oleh

Bantah Miliki Setumpuk Masalah, Candra: Pelayanan Puskesmas Gebe Berjalan Normal

WEDA – Kepala Puskesmas Gebe, Candra Walid membantah memiliki setumpuk masalah sebagaimana dalam pemberitaan edisi Senin (11/2) kamarin. Menurutnya, apa yang disampaikan dokter Fitriya Saifuddin dan bebera pegawainy, tidak benar dan tidak pernah terjadi.

Candra mengatakan dirinya kini fokus menyediakan infrastruktur pendukung Puskesmas Gebe untuk dilakukan akreditasi, sebab dari 11 Puskesmas yang ada di Halteng, masih terdapat 3 Puskesmas satu diantaranya Puskesmas Gebe belum terakreditasi. Sementara sesuai Permenkes 73 dan Kepres, seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit harus terakreditasi.

“Puskesmas Gebe lokus (target) 2019 ini sudah harus terakreditasi, saya serah terima di Puskesmas Gebe sebelum terakreditasi, maka harus disiapkan infrastruktur. Sementara kita belum ada anggaran dan Permenkes sudah berjalan,” kata Candra kepada KabarMalut melalui telepon, Selasa (12/2/2019) malam.

Pada jam kantor khususnya hari Rabu hingga Jumat, Candra mengaku sering tidak mengenakan seragam dinas, hal ini dilakukan karena dirinya fokus mengontrol pekerjaan fasilitas infrastruktur yang sedang dibangun. Pembangunan ini bukan bersumber dari proyek, melainkan sebuah kebijakan yang bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat tanpa merugikan pihak lain.

“Saat dalam pertemuan Januari lalu di Pemda bersama 11 kepala Puskesmas, saya bilang mungkin dua bulan awal ini saya pakai pakaian dinas mungkin hari Senin dan Selasa saja, dan mulai Rabu saya berpakaian biasa saja, karena mengawal teman-teman merenovasi bangunan dan infrastruktur pendukung lain-lain, dalam rangka persiapan Puskesmas diakreditasi, karena ini bukan proyek tapi kebijakan saya untuk bagaimana Puskesmas Gebe ini bisa maju,” terangnya.

Dirinya juga menyayangkan petisi mogok kerja yang dilakukan sejumlah pegawainya dan mendesak dirinya dicopot, meski begitu hubungan Candra dengan pegawai tetap seperti biasanya. Bahkan pelayanan di Puskesmas Gebe kini tetap berjalan normal seperti biasanya.

“Pelayan di Puskesmas Gebe berjalan normal seperti biasa, intinya kita tetap membuat pelayanan. Tidak ada mogok dan lain-lain,” jelasnya.

Soal gaji salah satu tenaga tenaga cleaning service yang katanya 4 bulan belum dibayarakan, Candra membantah, hak petugas telah diberikan hanya saja tidak diketahui istri petugas. Pembayaran dilakukan oleh Candra sendiri dan tidak diketahui bendahara, karena cleaning service tersebut diangkat atas kebijakan dirinya sendiri.

“Ada dua tenaga cleaning service, satu wanita dan satunya laki-laki, yang wanita namanya Ibu Sitnah itu dibayar gajinya melalui program PTT, satunya digaji berdasarkan kebijakan saya sebagai kepala puskesmas, gajinya sudah selesai diambil oleh dia sendiri, tapi istrinya tidak tahu karena suaminya lagi berhalangan dan kurang lebih dua minggu tidak masuk kantor dan pekerjaannya digantikan oleh sang istri, kebutulan istri dia mananyakan gaji di bendahara, bendahara bilang saya tidak tahu gajinya, karena itu kebijakan kepala puskesmas,” kata Candra sambil mengutip pernyataan bendahara.

Pengangkatan salah satu tenaga cleaning service ini dilakukan dirinya, karena Puskesmas Gebe memiliki sejumlah ruangan tetapi hanya memiliki satu tenaga cleaning service. Dengan begitu, meski gaji cleaning service tidak dianggaran, namun tetap menerima gaji yang dibijaki Candra sendiri.

“Jujur saja pemerintah kini tidak mau lagi menerima tenaga suka rela karena konsekuensinya pada anggaran. Saya melihat Puskesmas Gebe itu besar dan kalau cleaning service hanya satu, itu tidak bisa, kita punya ruangan yang banyak, terutama ruang perawatan, ruang bersalin dan ruang poli, kalau hanya satu orang cleaning service perempuan maka dia tidak bisa, makanya saya taktisi tambah tenaga dan alhamdulilah gajinya sudah selesai hanya istrinya tidak tahu,” terang Candra.

Terkait insentif petugas Pustu yang belum terbayar, Candra menambahkan bukan kesalahan Puskemas Gebe, keterlabatan benar terjadi karena pihak dinas (Dinas Kesehatan) belum mengajukan ke Keuangan yang akan ditranfer langsung ke para petugas. Pembayaran insentif petugas Pustu dilakukan per triwulan dan hanya menyisahkan satu triwulan terakhir.

“Insentif petugas Pustu itu dibayar triwulan, akan dikirimkan oleh Pos dan mereka ambil sendiri. Untuk triwulan IV belum ada, dinas belum bayar karena belum buat permintaan ke keuangan,” pungkasnya. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya