Resmi Dicanangkan Bupati, Eco Resort Widi Siap Menyambut Kedatangan Tokoh dan Pemimpin Dunia

  • Whatsapp
Bupati Halsel, Bahrain Kasuba dan CEO PT LII Natalia Perry didampingi sejumlah pimpinan SKPD saat pencanangan tiang pertama Eco Resort Kepulauan Widi (Foto: Narjo/KabarMalut)

LABUHA – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba resmi mencanangkan pembangunan eco resort di Kepulauan Widi, Jumat (18/1/2019). Didamping sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Halsel, Bupati Bahrain secara simbolis menancapkan salah satu tiang eco resort yang terbuat dari bambu.

Bupati Halsel, Bahrain Kasuba mengaku, sesuai konsep yang diterima pihaknya, pembangunan eco resort oleh PT Leadership Islands Indonesia (LII) ini bakal melibatkan banyak tenaga kerja lokal khususnya masyarakat di Kecamatan Gane Timur Selatan dan Halsel pada umumnya.

Muat Lebih

“Konsep yang dikeluarkan ke kita di daerah ini (Pemkab Halsel), ternyata akan melibatkan masyarakat lebih besar, dan saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga pulau ini sehingga tidak terganggu apa-apa, tidak berkurang satu pulau pun dan tetap utuh 99 pulau,” kata Bahrain dalam sambutanya.

Bahrain menjelaskan PT LII tidak akan mengembangkan semua pulau, tetapi hanya 16 pulau dari total 99 pulau di Kepulauan Widi, karena sebagian besar pulau-pulau ini bersifat rapuh serta ekosistem biota bawah air dan di darat harus dilindungi. Masyarakat yang bermukim di Kepulauan Widi dipersilahkan untuk meneruskan mata pencaharian hidup mereka sebagai nelayan.

Hampir semua wilayah Halsel, lanjut Bupati, memiliki banyak potensi destinasi parawisata yang belum dikembangkan. Kedepannya selain Kepulauan Widi, Pemkab berharap adanya investor lain ikut berinvestasi mengelola parawisata di Halsel.

“Kami juga titipkan kepada ibu Natalia Perry (CEO PT LII) tidak hanya Widi sebenarnya, tapi banyak spot pariwisata cukup baik, tetapi mungkin fokus di Widi untuk ibu Natalia dan kita berikan ruang lain kepada yang memiliki kekuatan ekonomi yang kuat untuk bisa membantu membangun destinasi wisata di Halsel,” terangnya.

Pemkab Halsel juga mengharapkan PT LII mengelola Kepulauan Widi agar bisa dikenal dunia serta menopang meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Selaku pemerintah, lanjut Bahrain, tidak mengharapkan diberikan keistimewaan, tetapi bersam-sama memberikan keistimewaan kepada masyarakat.

“Kami dari pemerintah daerah berharap PT LII lebih serius mengelola Widi ini dengan lebih baik dengan konsep Widi akan dikenal dunia dan para pemimpin dan petinggi dunia akan hadiri di Widi. Dari kami pemerintah daerah khususnya diri saya, tidak harus diistimewakan tetapi mari kita bersama-sama berkomitmen mengistimewakan warga Gane Timur Selatan khusunya dan Halmahera Selatan umumnya,” harapnya.

Diakhir sambutan, orang nomor satu Pemkab Halsel ini meminta insan pers untuk ikut bekerja sama dengan Pemda dan PT LII dalam mempromosikan Kepulauan Widi sebagai salah satu icon Halsel bahkan dunia.

“Kami meminta teman-teman pers mari kita mendukung dengan mempromosikan apa yang menjadi cita-cita kita bersama, terutama ibu Natalia dan jajaran PT. LII. Mudah-mudahan tidak sebatas seremonial ini, tetapi dibuktikan pada akhirnya Widi akan menjadi icon dunia, yang menjadi baik untuk kami di Halsel,” pungkasnya.

Pelabuhan Widi (Foto: Hijrah)

Sementara itu, CEO PT LII, Natalia Perry menuturkan pembangunan eco resort Kepulauan Widi dimulai sejak dicanangkan dan dibuka untuk bisnis hingga 18 bulan kedepan. PT LII akan mengembangkan 16 pulau dari dua atol, yaitu atol barat dan timur, dengan membangun sejumlah fasilitas resort dan sarana penunjang seperti pusat pelatihan dan klinik kesehatan. Sedangkan pulau-pulau lainnya tidak dibangun sarana prasarana karena habitat ekosistemnya harus dilindungi. PT LII berkomitmen dalam melindungi kekayaan ekosistem yang dimiliki Kepulauan Widi.

“Diupayakan pekerjaan cepat selesai. Bapak Bupati dan Ibu serta sejumlah tamu penting lainnya akan menjadi tamu pertama yang menginap di eco resort Pulau Widi dalam waktu diperkirakan 16-18 bulan kedepan,” kata Natalia.

PT LII akan memberikan sejumlah training dan kesempatan kerja kepada seluruh masyarakat Gane Timur Selatan dan juga Bacan di eco resort. Wisatawan yang akan berkunjung adalah orang-orang terkenal di seluruh penjuru dunia.

“Kami akan membawa sejumlah tamu penting dari seluruh penjuru dunia. Mereka adalah tokoh-tokoh dunia yang akan membahas dan merumuskan konsep perubahan isu-isu dunia yang baik. Tourist yang berkunjung nanti adalah para pemerhati lingkungan dan tokoh-tokoh penggagas perubahan dunia ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Perjalanan wisata ke Kepulauan Widi akan dirancang berdasarkan jadwal-jadwal tematik, dengan kegiatan meliputi Marine Conservation, Social Impact Business, Purpose-led Innovation, Youth Leadership dan lain sebagainya. Selain itu, kegiatan tersebut juga meliputi meditasi, yoga, diving, snorkeling, kayaking, bird watching, dan kegiatan eco-tourism lainnya  seluruh kegiatan ini juga akan memberikan kontribusi peningkatan kesejahteran masyarakat lokal.

“Saya dari PT LII dan seluruh tim akan berusaha membuat pak bupati bangga dengan pulau ini, dan akan membuat seluruh masyarakat Halmahera Selatan bangga dengan proyek yang akan dilakukan. Saya berharap Pulau Widi menjadi salah satu destinasi terkenal di dunia, dan ini bukan hanya menjadi kebanggan masyarakat Halmahera Selatan tapi seluruh dunia,” terangnya.

Untuk fasilitas penunjang ke Pulau Widi, PT LII bakal menyiapkan jenis pesawat yang bisa mendarat diatas air (water plane) dengan sejumlah rute yang akan mendarat di atol Kepulauan Widi. Selain itu, akan disediakan juga speed boat dari Desa Gane Luar dan Babang bagi wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Widi. (rdx)

Pos terkait