oleh

Bupati Halteng Resmi Buka Fanten Fagogoru Sekaligus Rayakan Maulid Nabi

WEDA – Pelaksanaan Fanten Fogogoru sekaligus perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 hijriah tahun 2018, resmi dibuka oleh Bupati Halmahera Tengah (Halteng) Edi Langkara di Desa Wailegi dan Desa Kipai Kecamatan Patani, Selasa (4/12) kemarin.

Dalam sambutan Bupati Edi Langkara mengatakan, Fanten merupakan tradisi dan budaya yang sudah mengakar lama dikehidupan negeri Fogogoru yaitu Weda, Patani dan Maba yang berlangsung kisaran ratusan tahun lamanya.

“Fanten juga syarat dengan nilai-nilai kehidupan yang termuat dalam Fogogoru. Fagogoru dalam pemaknaan lebih jauh merupakan suatu simbol budaya, diciptakan untuk mengespresikan rasa saling sayang, rasa miliki, rasa saling menjaga atau merawat dari ketiga negeri (Weda, Patani dan Maba),” kata Edi.

Pada sisi lain, lanjut Edi, kebudayaan adalah identitas suatu budaya bangsa dan negara, lajunya perkembangan teknologi membuat banyak sekali campuran adat dan budaya yang terjadi di negeri ini. Akan tetapi tidak melemahkan bahkan hilangkan identitas kebudayaan itu sendiri, terkhusus kebudayaan yang ada di Halteng.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa fanten itu sendiri menjadi akar kebudayaan yang masih bertahan hingga hari ini. Fanten pemaknaan yaitu berhadapan dan saling melayani, sedangkan fanten- fagogoru yaitu subtansi dari tiga negeri bersaudara diantara adalah Weda, Patani dan Maba, kemudian menjadi tradisi saling silahturahmi antara tiga negeri,” jelasnya.

Bupati dan Wakil Bupati Halteng saat disambut dengan tarian cakalele pada acara Fanten

Fanten tahun ini mengambil tema  ‘Wujudkan Fogogoru Sebagai Pilar Bangsa Yang Berbudaya’, dengan demikian benang merah yang kemudian ditarik dari budaya di negeri Fofogoru bisa dipertahankan hingga saat ini. Bupati juga berpesan kepada pemuda-pemuda Fofogoru, sekarang ini bisa mengetahui nilai-nilai kebudayaan yang menjadi simbol nenek moyang yang mengakar lama di Halteng.

“Fanten di Patani kali ini bisa meningkatkan nilai-nilai sosial, agama dan budaya demi menghidupkan kembali ikatan persaudaraan silahturahni oleh masyarakat tiga negeri,” tegasnya.

Pada acara pembukaan fanten diikuti dengan penjemputan bupati dan wakil bupati beserta rombongan dengan adat dan tradisi fanten yang diantara Coka Iba dan acara adat lainnya.

Dan diikuti dengan drama teatrikal mengenai perjuangan Hi Salahudin yang memperjuangan bangsa dan negara serta bumi Fogogoru dari penjajahan kolonial Belanda yang diperankan oleh para pemuda-pemudi Patani dan Halteng pada umumnya.

Turut hadir dalam acara pembukaan fanten, Bupati beserta istri dan Wakil Bupati beserta istri, Asisten dan Staf Ahli serta kepala SKPD, perwakilan PT Weda Bay Nikel, tamu khusus dari Kementrian Pariwisata dan undangan dari Maba. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya