Kongres Kebudayaan 2018 Siap Digelar

  • Whatsapp

JAKARTA – Tiga hari menjelang dimulai Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 persiapan-persiapan akhir terus dilaksanakan demi suksesnya hajatan penting untuk menghasilkan Strategi Kebudayaan itu. Hingga Senin, 3/12/2018, panitia terus bekerja keras menata panggung-panggung beserta perlengkapannya. Diharapkan sebelum tanggal 5 Desember semuanya telah siap.

Proses panjang Kongres Kebudayaan segera memasuki puncaknya. Selain akan menghasilkan Strategi Kebudayaan, kongres kali ini juga akan menghasilkan resolusi.  Namun mulai tanggal 5 hingga 9 Desember 2018, Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 berlangsung di Lingkungan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  juga disertai berbagai kegiatan menarik.

Muat Lebih

Kegiatan-kegiatan itu dirancang  untuk menarik kaum muda dan masyarakat luas memahami kekayaan budaya Indonesia yang amat beragam.Suasana lokasi penyelenggaraan sendiri berubah total selama berlangsungnya kongres.

Perhatian utama pengunjung akan terpusat pada Panggung Kubah Bambu. Di sini ditegaskan bahwa bambu sebagai bahan dasar utama punya nilai filosofi tinggi dalam kebudayaan Indonesia. Bambu  adalah  tanaman serbaguna yang bisa digunakan keseluruhannya dari ujung akar sampai ujung daunnya. Bambu juga merupakan akar dari banyak kebudayaan Indonesia. Seniman yang dipilih merupakan arsitek yang selama ini bereksplorasi dengan materi dasar tradisional ini, sehingga akan tampak perpaduan antara nilai-nilai tradisional dengan perspektif tata bangunan modern yang saintifik.

Di panggung ini akan tampil Mollucca Bamboo wind Orchestra , sebuah kelompok music dari Maluku. Selain itu akan tampil juga Jakarta City Philharmoni (JPC) sebuah orchestra professional, juga kelompok music Kua Etnika dari Yogyakarta. Selain itu akan digelar juga Pagelaran Wayang kulit dengan lakon Dewi Ruci Bima Suci oleh Ki Anom Suroto.

“Tidak semua orang mampu mengekspresikan  pikirannya lewat tulisan, atau pidato, oleh karenanya kami pun memberikan kesempatan ekspresi budaya itu disampaikan dengan cara-cara lain,”ujar Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Minggu, 2  Desember  2018.

Mulai 5 Desember Rangkaian kegiatan penting selain persidangan adalah pawai budaya, proses penyerahan strategi budaya, pidato kebudayaan, kuliah umum, juga Penyampaian Pendapat, Debat Publik, dan Inspirasi, yakni tukar pengalaman inspiratif kerja budaya. Selain itu selama kongres akan diselenggarakan juga  gelaran Musik  Petang, Pertunjukan Sore, Musik Trotoar dan Pertunjukan Keliling,  juga Seni Visual, Kongkow Muralis dan Pameran: Suara Suara Bahasa yang mempertontonkan  manuskrip, sastra, dan tradisi lisan yang hidup dan berkembang di seluruh Indonesia.

Kegiatan menarik lain yang akan digelar terkait posisi Indonesia selaku bangsa bahari adalah Pameran: Pengetahuan Tradisional Perihal Waktu. Pameran ini  dikuratori seorang arkeolog yang berpengalaman mengeksplorasi pameran public sebagai salah satu ciri menyampaikan pengetahuan budaya. Pengunjung dalam kesempatan itu akan mendapat pengetahuan tradisional Indonesia perihal posisi waktu sebagai pengetahuan yang mendasari identitas budaya khatulistiwa yang bersifat bahari. Bazaar Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 mengambil tema Kuliner Bahari dan menampilkan berbagai kuliner, penganan, olahan dari bahan-bahan laut Indonesia serta berbagai makanan yang berdasar pengetahuan tradisional Indonesia. Sedapat mungkin bisa merepresentasi kekayaan budaya pesisir dan bahari Indonesia. (**)

Pos terkait