oleh

Pemkab Halteng Peringati HUT Ke-28

WEDA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) melaksanakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Halteng ke-28 tahun 2018 yang berlangsung di lapangan Pandopo Falcino Desa Fidy Jaya, Kecamatan Weda, Rabu (31/10/2018).

Dalam upacara tersebut dimeriahkan beberapa rangkaian kegiatan, seperti sambutan Adat Gamrange sekaligus Bupati Halteng Edi Langkara dan Wakil Bupati Halteng Abd Rahim Odeyani beserta istri mereka dan rombongan disambut dengan Tarian Cokaipa Bertopeng dan Tarian Cakalele serta dikawal ketat oleh pasukan adat perang yang dilengkapi dengan tombak dan salawaku.

Bupati Halteng, Edi Langkara menari bersama pada HUT Halteng ke-28

Bupati Halteng, Edi Langkara mengaku sangat terharu karena ada hal-hal yang luar biasa terkait dengan puncak HUT Halteng ke-28. Untuk itu, jika masih terdapat kekurang akan diperbaiki di momentum yang akan datang.

“Saya kira dengan iven ini seluruh rangkaian sekelas wilayah Halteng yang baru bangkit dan tampil di setiap iven yang kita benahi terus dari waktu ke waktu, dan jika ada hal-hal yang kurang berkenan di masyarakat maupun para undangan, tentu selaku Pemerintah Halteng meminta maaf dan kiranya kedepan ada perbaikan revitalisasi hal-hal yang dianggap kurang substantif,” ungkap Edi.

Lanjut Edi, baginya HUT kali ini cukup luar biasa dengan keterlibatan warga masyarakat Halteng khususnya masyarakat Kota Weda yang begitu antusias dengan hari lahir daerah ini. Ia menambahkan, di tahun sebelumnya HUT dilakukan di bulan Desember karena bertepatan dengan agenda tertentu.

“Untuk itu saya mau kembali pada aslinya, bahwa undang-undang sebelum ada pendekatan histori, ini Yuridis formal, sehingga kita kembali pada tahun kelahiran pada tanggal 31 Oktober ketika tahun 1990 pada waktu itu,” jelasnya.

Suasana peringatan HUT Halteng ke-28

Menurutnya, Halteng ini bukan tampil sendiri, dia bagian dari proses panjang mulai dari Soasio Tidore Kepulauan dan kemudian dipindahkan ke Weda dan pada iven berikut kemungkinan akan bergeser waktu, itu terkait dengan kajian pendekatan ilmiah dari historis, yuridis dan sosiologis itu yang akan dibicarakan kedepan.

“Oleh karena itu untuk tahun kedepan dilakukan dimana, kita belum pikirkan disitu tetapi kita harapkan keterlibatan publik masyarakat Halteng harus komprehensif dan totalitas masyarakatnya. Makanya hari ini (kemarin) seluruh warga Kota Weda dan Halteng pada umumnya makan gratis dan saya sudah instruksi sebagai hari rayanya orang Halteng,” tutup Edi. (Adv/Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya