oleh

Desakan Pencopotan Kapolda Malut Kembali Disuarakan di Mabes Polri

JAKARTA – Desakan pencopotan Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol M Naufal Yahya, kini kembali disuarakan oleh sejumlah pemuda yang mengatas namakan Maluku Utara Muda Menggugat (MAKLUMAT). Di depan kantor Mabes Polri di jalan Trunojoyo nomor 3, Jakarta Selatan, DK Jakarta, massa  MAKLUMAT menggelar unjur rasa mendesak Mabes Polri yang  dipimpin Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk segera mencopot Kapolda Malut dan memberi sanksi tegas kepada sejumlah oknum polisi yang diduga terlibat langsung politik praktis pada Pilgub Malut 2018.

Kordinator Aksi, M Reza A Syadik mengatakan, Kapolda Malut tendesius merusak citra institusi kepolisian adalah perbuatan yang sangat konyol dan  akan berdampak pada konflik, sebab Kapolda terlihat sudah tidak lagi menunjukan independesinya sebagai anggota Polri yang dilarang terlibat politik praktis. Kapolda diduga berpihak pada salah satu Paslon yakni Abdul Ghani Kasuba dan M Al Yasin Ali (AGK-YA) yang juga calon petahana.

“Kepolisian harusnya netral dalam proses menjaga keamanan di Maluku Utara dan wajib melindungi segenap Bangsa Indonesia  dan seluruh tumpah darah Indonesia, tidak boleh ikut dalam wilayah politik praktis. Apabila ada keberpihakan, maka nilai demokrasi akan rusak, bukti foto pada saat dimana AGK mendatangi rakyat, Kapolda Brigjen Pol M Naufal Yahya malah duduk di luar dengan santai, sehingga kami menduga bahwa Naufal Yahya telah bekerjasama untuk memuluskan libido kekuasaan AGK sebagai Petahana,” ungkap M Reza dalam rilis yang diterima KabarMalut, Jumat (26/10/2018).

Di depan Mebas Polri, massa aksi juga membentang spanduk yang bergambarkan Kapolda dan Gubernur saat di lokasi PSU Pilgub Malut

M Reza mengaku, tidak hanya Kapoda Malut saja sebagai aktornya, namun ada dugaan kuat intimidasi oknum aparat kepolisian pun bisa dilihat dari sikap sejumlah oknum yang begitu arogan mencurigai aktifitas simpatisan Paslon no 1 Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-RIVAI), anehnya beberapa orang dijemput, ditahan dan diperiksa di Polres Kepulauaan Sula (Kepsul) selama 1×24 jam.

Adapula penggeledahan kamar penginapan yang disewa Tim Relawan AHM-RIVAI, penggeledaan dilakukan saat Tim Relawan AHM-RIVAI melakukan konfrensi pers di Waimua Cafe Kota Sanana dan langsung dicegat kepolisian dipimpin oleh Kasat Reskrim Kepsul, Iptu Paultri Yustiam.

“ini adalah peristiwa yang mengindikasikan bahwa kekuasaan incumbent telah mencoba mempergunakan perangkat system. Olehnya itu, Jendral Tito Karnavian wajib memanggil oknum polisi yang mencedrai institusi Polri yang muliah ini, kami minta Kapolri Tito Karnavian segera mencopot Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Kepulaun Sula serta memberi sanksi tegas kepada oknum polisi yang berpolitik praktis,” tegasnya. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya