oleh

Saksi AHM-RIVAI Polisikan Wakil Walikota Tikep

TERNATE – Saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Malut, Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM), Arifin Djafar melaporkan Wakil Walikota Tidore Kepuluan (Tikep), Muhammad Sinen ke Direktorat Reserse Khiminal Umum (Reskrimum) Polda Malut, atas dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dan penganiayaan.

Arifin Djafar mengatakan, dirinya mendapat pelakuan kasar yang dilakukan Muhammad Sinen pada saat Rapat Pleno Terbuka rekapitulsi perhitungan suara Pilgub di tingkat Provinsi oleh KPU Malut. Ketua DPD PDIP Malut ini, diduga menerobos masuk ke ruang pleno dan membuat gaduh serta berusaha merebut berkas asli C-1 KWK dan DA-1 KWK milik saksi AHM-RIVAI.

“Proses penganiayaan yang dianggap perbuatan tidak menyenangkan bagi saya adalah mendorong secara fisik kepada saya sampai jatuh di lantai. Dia (Muhammad Sinen) mau merebut berkas asli C-1 KWK dan DA-1 KWK hasil pleno kabupaten/kota yang dimiliki oleh AHM-RIVAI,” kata Arifin kepada wartawan, di Polda Malut, Senin (9/7/2018).

Menurut Arifin, kehadiran Wakil Walikota Tikep di ruang pleno sebagai Ketua DPD PDIP, maka tempat yang layak pada ring dua, bukan masuk sampai ke ring satu. Sebab sesuai mandat, PDIP yang mengusung Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA), memiliki mandat dan berhak masuk ke ruang pleno yakni Ahmad Rivai dan Asrul R Ichsan.

“Kapasitas dia (Muhammad Sinen) tidak sebagai apa-apa, kalau kapasitas dia sebagai Ketua DPD maka ketentuan UU tidak harus ada di dalam ruangan, bahkan dia membuat ribut atau gaduh, kapasitas dia harusnya berada di ring 2. Dia bukan saksi pasangan calon, karena ada dua orang yaitu Ahmad Rivai dan Asrul Rasid dan itu sesuai mandate,” jelasnya.

Didampingi Penasihat Hukum Abdullah Kahar, Arifin melaporkan kasus ini dengan membawa sejumlah bukti berupa video dan foto saat kejadian serta hasil visum dirinya setelah kejadian penganiayaan. Korban berharap Polda Malut mengusut tuntas persoalan ini tanpa pandang buluh. (rdx)

Komentar

Kabar Lainnya