Bupati Benny Optimis Morotai Akan Menjadi Salah Satu Lumbung Pangan di Malut

  • Whatsapp

DARUBA – Dalam rangka mensukseskan kedaulatan pangan di Kabupaten Pulau Morotai, Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai resmi melakukan Panen perdana Padi Varietas unggulan M-400 di Desa Aha Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Senin (22/4/2019).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Wakil Bupati Pulau Morotai Hi. Asrun Padoma, Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba, Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P. Sitanggang, Danlanal Pulau Morotai Letkol Laut (P) Kariadi Bangun, Danlanud Pulau Morotai Kolonel NAV Arif Budhianto, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Pulau Morotai  M. Rizal Ismail, Kepala Dinas pertanian provinsi Maluku utara Idham Umasangadji, Camat Morotai Selatan Nardi Barakati, dan sejumlah Kepala SKPD di lingkup Pemda Pulau Morotai, Kepala Desa Aha serta Forkopimda Pulau Morotai.

Muat Lebih

Bupati Pulau Morotai Benny Laos bersama Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba disambut dengan tarian soya-soya di Desa Aha Kec. Morsel, Senin (22/4/2019) (Foto: Humas Pemkab Morotai)

Bupati Pulau Morotai Benny Laos dalam sambutannya menyampaikan sebagai daerah kepulauan yang terletak di perbatasan negara, maka kabupaten pulau Morotai harus menjadi daerah yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Selebihnya dengan potensi yang dimiliki saat ini, serta perkembangan program dan kegiatan di bidang pertanian yang dapat dicapai.

Untuk itu Benny Optimis bahwa kedepan Pulau Morotai tidak hanya mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Saya optimis pada tahun 2022 nanti, kabupaten pulau morotai tidak hanya bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, tetapi bisa menjadi daerah produsen yang dapat mengekspor bahan pangan dan hortikultura, pada beberapa daerah, karena berdasarkan capaian uji coba varietas M-400 yang kita capai saat ini sebesar 10,2 ton per hektar gabah kering panen, yang sebelumnya hanya 4 – 5 ton,”tuturnya.

Lebih  Lanjut Benny menyebutkan bahwa Saat ini Morotai miliki potensi pengembangan lahan sawah dan hortikultura seluas 3.530 hektar yang dimanfaatkan hanya sebesar 326 hektar.

Pasalnya, hal tersebut masih terkendala dengan keterbatasan jalan usaha tani dan jaringan irigasi. Oleh karena itu, pada tahun 2019 ini, dirinya berharap agar Pemerintah Provinsi Malut dapat mendukung apa yang menjadi Nawacita Presiden RI dimana Negara hadir untuk rakyat.

Bupati Pulau Morotai, Gubernur Malut bersama Forkompimda saat memanen padi (Foto: Humas Pemkab Morotai)

“Kami butuh dukungan jaringan irigasi, jalan usaha tani, peralatan dan SDM di bidang pertanian, jika ini bisa di dukung oleh Pemprov maka kami morotai bisa berdiri menjadi lumbung pangan Provinsi malut,” harapnya.

Benny juga bertekad memulai melaksanakan program penyiapan lahan bagi masyarakat secara gratis, sehingga ia meminta kepada semua pihak sebagai pemegang hak atas tanah yang berada di wilayah Kabupaten Pulau Morotai yang belum dimanfaatkan, agar dapat menghubungi dinas pekerjaan umum dan dinas pertanian serta ketahanan pangan kabupaten pulau morotai, untuk dapat membuka jalan usaha tani dan mengelola tanah kosong menjadi lahan yang siap pakai sehingga dapat dimanfaatkan untuk menanam komoditi tanaman pangan dan hortikultura.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, dalam sambutannya mengucapkan rasa bangga atas kerja keras Bupati dan Wakil Bupati untuk masyarakat Pulau Morotai.

“Saya bangga dan mengapresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati atas kerja kerasnya sehingga di morotai sudah terdapat swasembada di Pulau Morotai. Saya juga sangat bangga kerja Keras Dinas Pertanian Pulau Morotai dan Dinas Pertanian Provinsi”.  Ucap AGK saat mengakhiri sabutannya, dan membuka secara resmi panen perdana Padi Varietas M-400. (rls)

Pos terkait