oleh

Ribuan Warga Malut Gelar Aksi Bela Aqidah Islam

TERNATE – Ribuan warga Maluku Utara (Malut) menggelar aksi Bela Aqidah Islam yang berlangsung di depan Masjid Al- Munawar Ternate, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Jumat (1/3/2019). Aksi dengan menggunakan sebuah truk dilengkapi sound system, sebagai bentuk protes atas Karnaval Merah Putih di Pulau Morotai serta kegiatan serupa lainnya yang terjadi di Malut.

Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Malut, Hasby Yusuf menuturkan warga Malut terkejut dengan kegiatan yang bertujuan pemurtadan terhadap anak-anak muslim di Pulau Morotai, Ternate, Tidore dan beberapa wilayah di Malut yang dilakukan oleh Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM). Kegiatan yang berlabel sosial, kemanusiaan dan festival kebhinekaan dikemas dalam bentuk Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas, bagi siswa-siswi SD hingga SMA dan sederajat ini, telah disusupkan kegiatan agama tertentu.

“Organisasi tersebut melakukan kegiatan sosial, kemanusiaan dan seolah-olah mempromosikan kebhinekaan dengan tema besar kegiatan yaitu Indonesia dan Karnaval Merah Putih, tetapi justru merusak sendi-sendi kemajemukan dan kerukunan antar umat beragama di Malut,” ungkap Hasby dalam orasinya.

Umat Islam Malut yang tergabung dalam aksi Bela Aqidah Islam mengutuk keras kegiatan pemurtadan atas nama apapun, karena gerakan pemurtadan adalah bentuk kegiatan yang jelas mencerdasi konsensus nasional kita yang melarang pemaksaan keyakinan ada orang lain yang telah memeluk keyakinan baru kepada orang yang sudah memiliki agama merupakan perbuatan yang melanggar aturan. Hal tersebut mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 1979 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penyiaran Agama dan Bantuan Luar Negeri Kepada Lembaga Keagamaan di Indonesia.

“Pelaksanaan penyiaran agama yang dilakukan dengan semangat kerukunan, tenggang rasa saling menghargai dan saling menghormati antara sesama umat serta dengan dilandaskan pada penghormatan terhadap hak dan kemerdekaan seseorang, untuk memeluk atau menganut dengan melakukan ibadah menurut agamanya. Apa yang dilakukan oleh Yayasan Barokah Surya Nusantara, perbuatan melawan semangat kerukunan dan saling menghormati antar pemeluk agama khususnya di Malut,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan YBSN di Pulau Morotai adalah bentuk provokasi imam yang bisa menghadirkan ketegangan antar umat beragama di Pulau Morotai dan Malut secara umum. Oleh karena itu, perlu ditindak nyata dan cepat dari Polda Malut agar bisa mengakhiri ketegangan yang berunjung konflik yang tidak diinginkan kita semua.

“Kegiatan pemurtadan yang melibatkan siswa-siswi muslim atas nama sosial, kemanusiaan dan festival kebhinekaan, adalah bentuk penipuan yang jelas akan merusak nilai-nilai kepercayaan dan toleransi,” tuturnya.

Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengusut dan menangkap semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Hal ini dimaksudkan agar ada efek jera kepada siapapun, agar tidak melakukan kegiatan yang merusak kerukunan umat beragama.

“Pihak Pemerintah Daerah Pulau Morotai, Bupati, Diknas Kabupaten Pulau Morotai, UPTD Cabang Dinas Pendidikan Malut di Pulau Morotai, Yayasan Barokah Surya Nusantara dan semua pihak yang terlibat, agar diminta pertanggungjawaban secara publik kepada semua umat beragama khususnya kepada umat Islam,” pungkasnya. (Ajo)

Tonton Videonya:

Komentar

Kabar Lainnya