oleh

Ribuan Nasabah Mengamuk dan Rusaki Rumah Orang Tua Dirut PT Karapoto

TERNATE – Ribuan nasabah PT Karapoto Technology Finance, mengamuk dan melakukan pengrusakan rumah milik orang tua dan saudara dari Direktur Utama (Dirut) PT Karapoto Technology Finance, Fitri Puspita Hapsari yang beralamat di Kelurahan Dufa-Dufa Kecamatan Ternate Utara. Tindakan para nasabah sebagai bentuk kekecewaan atas janji pencairan tahap kedua yang direncanakan Senin (18/2) kemarin, namun tak kunjung terealisasi.

Amatan KabarMalut, insiden pengrusakan rumah tersebut dilakukan sejak Senin sore kemarin hingga pagi tadi, rumah serta sebuah depot air isi ulang yang berada di depan rumah orang tua Dirut PT Karapoto Technology Finance ikut dirusak. Selain itu, seluruh isi rumah berupa perabot dan bahan properti di dalam rumah, ikut dijarah nasabah karena kesal atas janji Dirut PT Karapoto.

Meski dihadang oleh aparat Kepolisian dari Polres Ternate, emosi nasabah yang sudah memuncak ini tidak bisa dihalau. Sehingga dengan mudah merusak rumah dan menjara isi rumah orang tua Dirut PT Karapoto Technology Finance.

Depot air isi ulang di depan rumah orang tua Dirut PT Karapoto Technology Finance dirusaki para nasabah (Foto: Yunita/KabarMalut)

Salah satu nasabah, Lidya mengatakan apa yang dilakukan oleh para nasabah merupakan luapan emosi, yang selama ini selalu dijanjikan akan adanya pencairan oleh Dirut. Dimana pencairan atau pengembalian dana nasabah sudah dilakukan satu kali dan dijanjikan akan dilanjutkan tahap kedua, namun hingga batas waktu yang dijanjikan tidak terealisasi.

“Kami berbuat begini (merusaki) karena sudah terlalu sakit hati dan kecewa dengan Fitri (Dirut PT Karopoto) dan orang tuanya, karena sejak Karapoto macet kenapa juga masih terima uang dari nasabah yang pada akhirnya memang macet total dan berbuntut panjang,” tandas Lidya, Selasa (19/2/2019).

Perabot dan properti yang diambil di rumah orang tua Dirut PT Karapoto Technology Finance nilainya tidak sebanding dengan dana investasi para nasabah. Tapi langkah ini dilakukan sebagai luapan kekecewaan terhadap manajemen perusahan yang tak kunjung ditepati.

“Harga barang-barang yang kami ambil ini tidak sebanding dengan uang yang kita investasikan, namun dengan demikian kita sudah bisa meluapkan rasa kekecewaan kita saat ini,” tambahnya.

Aparat Kepolisian dari Polres Ternate yang menjaga rumah orang tua Dirut PT Karapoto Technologi Finance tak bisa berbuat karena banyaknya nasabah (Foto: Yunita/KabarMalut)

Sementara itu, Kabag OPS Polres Ternate, AKP Ishak Tanley menuturkan sejak kemarin pihaknya terus berjaga-jaga dengan mengarahkan 107 personil kepolisian guna mengantisipasi bentrok antara nasabah dan warga sekitar, karena nasabah sudah melakukan pengrusakan dengan melempar kaca dan rumah orang tua sekaligus menjarah isi rumah.

“Sejauh ini kami sudah menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dengan memberikan arahan agar supaya nasabah tidak melakukan penjarahan, namun karena keterbatasan personil jadi kami hanya bisa mengambil dokumentasi dan berjaga di sekitar lokasi,” singkatnya. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya