oleh

Bawaslu Malut Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM

TERNATE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) terhadap komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Malut.

Ketua Bawaslu Provinsi Malut, Muksin Amrin mengatakan kegiatan yang diikuti oleh seluruh ketua dan anggota Bawaslu kabupaten/kota ini, tujuannya dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Pengawas Pemilu 2019.

“Dalam rangka menghadapi tahap Pemilu yang sudah hampir selesai kurang lebih dua tahapan lagi. Tahapan yang paling krusial itu pemungutan atau  perhitungan suara pada 17 April mendatang,” ungkap Muksin di Ball Room Grand Dafam, Jumat (8/2/2019).

Muksin menyebutkan bahwa Pemilu kali ini adalah Pemilu yang teknisnya sedikit rumit jika dibandingkan Pemilu sebelumnya. Karena ada pemilihan legislative dan pilpres yang digabungkan secara bersama dihari yang sama.

“Nantinya hal ini menjadi sorotan dan menyita perhatian publik se-antero Indonesia,” terangnya.

Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin (Foto: Yunita/KabarMalut)

Muksin menambahkan saat ini penyelenggara Pemilu harus siap siaga untuk mengantisipasi persoalan-persoalan yang akan timbul dikemudian hari dan bisa diminimalisir sebelum hari perhitugan suara. Terkait dengan pemahaman masyarakat pada lima lembar surat suara nanti, Muksin berharap tidak ada yang gagal paham atau kurang memahami.

“Sehingga akan menodahi  pelaksanaan Pemilu yang kita harus junjung tinggi dan bisa berjalan Pemilu yang demokratis sesuai harapan kita warga Indonesia,” jelasnya.

Bawaslu sendiri kini membentuk penyelenggara Pemilu di tingkat TPS, dengan total 3.737 orang yang akan direkrut dan berjalan proses rekrutmennya sedang berlangsung dengan harapan secepatnya selesai. Dengan begitu, maka target Bawaslu 23 Maret mendatang sudah pelantikan.

“Rekrutmen sekarang sudah jalan 3.737 orang, mereka yang nantinya akan mengawasi di 3.737 TPS yang tersebar di semua daerah di Maluku Utara dan itu adalah kesiapan kita saat ini,” tandasnya.

Bagian dari kegitan ini tentu semua publik berharap bahwa Pemilu di Malut bisa lebih baik dibanding dengan Pemilu sebelumnya.

“Harapannya pasti kita semua memiliki harapan yang sama untuk demokrasi yang aman dan damai sudah tentu itu yang kita harapkan bersama,” tutup Muksin. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya