oleh

Kembali Dilidik, Mantan Bendara Samsat Kepsul Diperiksa 3,5 Jam

TERNATE – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), kembali menyelidiki kasus dugaan korupsi di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Samsat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) tahun 2016.

Mantan Bendahara UPTD Samsat Kepsul, Bahtiar yang kini menjadi tersangka dan menjalani penahanan dalam kasus korupsi pajak kendaraan tahun 2017, kembali diperiksa tim penyidik Kejati.

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua mengatakan pemeriksaan kembali untuk mantan bendahara ini terkait penyelidikan anggaran pajak kendaraan di Samsat Kepsul tahun 2016 dengan kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar lebih. Sementara untuk tahun 2017, dengan kerugian negara sebesar Rp 983 juta lebih penyidikannya telah selesai.

“Yang lalu 2017 sudah selesai dan diakui sebesar Rp 930 juta lebih, 2016 ini berdasarkan temuan Inspektoran dan sudah diakui juga tersangka tersebut tidak menyotorkan senilai Rp 1,2 miliar ke kas daerah, pajak yang dipungut kemudian tidak disetorkan 2016 dan 2017 jika ditotal senilai Rp 2 miliar lebih,” kata Apris kepada KabarMalut, Kamis (7/2/2019).

Tersangka sendiri sudah diperiksa sebanyak tiga kali, pemeriksaan lanjutan hari ini selama 3,5 jam yang berlangsung mulai pukul 14:00-17:30 WIT.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) tersanga Bahtiar, Fahrudin Maloko dan M Risal menunturkan pemeriksaan kali ini merupakan pemeriksaan tambahan terkait dengan penetapan tersangka tahun 2016 dan 2017.

“Jadi untuk beberapa saksi kemarin sudah diperiksa tinggal beberapa tambahan dari penyidik untuk melengkapi berkas, mungkin dalam waktu minggu kedua atau ke tiga insah Allah berkasnya sudah tahap dua,” M Risal.

Menurutnya, beberapa pertanyaan dilontarkan penyidik ke klien mereka yang initinya terakit nilai kerugian, serta klarifikasi beberapa keterangan pihak lain.

“Tersangka tersebut diberikan pertanyakan sebanyak 4 pertanyaan dari tim penyidik,” singkatnya. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya