oleh

Diduga Tilep DD dan ADD, Warga Togureba Sungi Demo Tuntut Bupati Copot Kades

JAILOLO – Puluhan  warga Desa Togureba Sungi, Kecamatan Tubaru bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kamis (7/2/2019), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Halmahera Barat (Halbar), mendesak Bupati Halbar Danny Missy segera mencopot Kades Togoreba Sungi, Sefiyanto Tangono dari jabatanya karena diduga telah menyelewengkan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018.

Dengan menumpangi dua mobil di pick up disertai membawa satu spanduk bertulisan ‘Segera Turunkan Sefiyanto Tangono dari Kades Togoreba Sungi’. Massa secara tegas berteriak mendesak kepada  Bupati Danny Missy untuk segera turungkan Kades, Sefiyanto Tangono dari jabatannya karena diduga kuat menyelewengkan DD dan ADD tahun 2018  dengan memperkaya diri sendiri.

Masa aksi juga membeberkan hasil musyawarah (rapat) dengan BPD setempat betempat di kantor polisi pada Jumat (1/2) dan dituangkan dalam berita acara, terdapat 16 poin yang diresahkan warga Tugureba Sungi seperti diantaranya, pencairan operasional tahun 2018 Rp 45.000.000 tidak ada pemanfatannya, titipan uang tunai Rp 91.000.000 kepada  Nicko Tangayo selaku distributor bahan matrial yang kemudian ditarik kembali oleh Kades sebesar Rp 85.104.000.

Ditambah lagi satu unit mobil bermerek avanza velos dengan nomor polisi DG 1217 disenyalir massa aksi  dibeli dengan menggunakan DD. Pencairan 40 persen DD tahap III 2018, dibidang pemberdayaan  dua unit tenti Rp 40.000.000 fiksiknya  tidak ada, bantuan sekolah TK Rp 5.000.000 tidak diserahkan, air bersih Rp 10.000.000 tidak diserahkan ke pengurus, penyertaan modal ke BUMDes Rp 11.000.000 pengurus tidak menerima uangnya hingga saat ini.

Aksi desakan pencopotan Kades Togureba Sungi karena diduga menyelewengkan DD dan ADD tahun 2018 (Foto: Surahman/KabarMalut)

Belum lagi hutang Pemerintah Desa yang kini kian menumpuk dan lebih anehnya hutang pribadi Kades, diatasnamakan hutang desa serta pembangunan jalan setapak  tidak jalan lagi. Massa aksi juga menilai pergantian bendahara desa tidak sesuai  asas-sas umum pemerintahan yang baik karena digantikan dengan ipar sungguhnya sendiri.

Lebih aneh lagi, dokument APBDes tidak diserahkan ke BPD, baliho APBDes tidak ada, serta lima bulan berjalan  Kades Setiyanto Tongono tidak berkantor sehingga dinilai menyelahi aturan.

Tiga poin pernyataan sikap oleh Korlap Jemris Mou, dalam orasinya mendesak Sutianto Tagono dari jabatan Kades, yang kedua melakukan penyitaan mobil yang dibelikan  oleh Kades yang menggunakan dana desa, yang ketiga kades segera kembalikan uang rakyat yang dikorupsi Kades.

“Sebenarnya kami ingin hering terbuka dengan pak bupati yang punya esekutor kebijakan, tetapi saya tidak tahu informasi katanya bupati ada di luar daerah,” teriak Jemris dalam orasinya.

Massa aksi kemudian temudi Sekda Halbar Sahril Abdul Radjak dengan menggelar hering di ruang Sekda. Dihadapan perwakilan massa, Sahril menyatakan dari pihak DPMPD bakal membentuk tim dan di Selasa (12/2) pecan depan turun ke Desa Togoreba Sungi melakukan pemeriksaan, agar permasalahan Kades cepat diselesaikan.

“Kenapa tidak mengumpulkan data-data aslinya agar diproses hukum. Seharusnya adanya dokumen-dokumen yang kuat supaya dilaporkan di pihak Polsek atau Polres Halbar,” tegas Sahril yang juga mantan Kaban Keuangan ini. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya