Musim Penghujan, Perlebar Jalur Nafas Penderita Tuberkulosis

  • Whatsapp

Irwan E. Walandan, S.kep.,Ns dan Fitri Arofiati, S.Kep.,Ns.,MAN.,Ph.D

Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Muat Lebih

Dosen Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan awal musim hujan di Indonesia pada awal Oktober 2018. Disebutkan pula puncaknya pada bulan Januari 2019 ini.

BERKAITAN dengan itu, masyarakat yang memiliki riwayat penyakit saluran pernafasan atau alergi terhadap dingin menjadi risau akan kesehatannya. Misalnya penyakit yang menjadi tren tertinggi di Indonesia saat ini adalah Infeksi Saluran Pernafasan, salah satunya adalah penyakit Tuberkulosis atau masyarakat sering menyebutnya dengan TB atau Plak.

Penderita penyakit TB sering mengalami kesulitas bernafas. Hal ini disebabkan karena terjadinya penyempitan saluran pernafasan akibat adanya infeksi dalam tubuh khususnya pada paru-paru. Kesulitan bernafas ini juga berkaitan dengan kondisi cuaca saat ini. Kelembapan udara pada musim penghujan semakin tinggi.

Dengan peningkatan kelembapan udara tersebut, dapat mengakibatkan berbagai bakteri dan virus lebih banyak hidup sehingga  menyebabkan resiko tinggi terjadinya  gangguan sirkulasi saluran pernafasan.

Berdasarkan data hasil laporan WHO menyatakan bahwa populasi faktor terjadinya penyakit, sangat berhubungan dengan kondisi suhu udara, kelembapan dan curah hujan.

Disaat musim hujan seperti ini, maka perlunya perhatian seseorang terhadap penyakit yang dideritanya , ada 2 tips yang bisa membantu dalam menangani penderita TB ketika sesak nafas.

Latihan  siklus pernafasan aktif (active cycle of breathing).

Teknik latihan siklus pernafasan aktif sangat bermanfaat sebab dapat mengembalikan pernafasan yang normal serta memperbaiki ventilasi dan oksigenasi. Adapun latihannya yaitu penderita harus menahan nafas selama 7-8 detik dan tidak ada oksigen yang keluar, setelah 7-8 detik mulailah keluarkan berlahan-lahan,  lakukan sekali sehari.

Siklus pernafasan aktif mampu menurunkan Frekuensi pernafasan atau  karena  terjadi peningkatan  elastisitas dan meningkatkan ventilasi paru, dimana terjadinya pengeluaran CO2 dan pemasukan O2 meningkat. Penurunan keluhan sesak penderita tuberkulosis lebih cepat dicapai dengan latihan nafas active cycle of breathing. Hal ini karena terjadi pengeluaran mukus dari saluran pernafasan serta peningkatan pemasukan O2.

Selalu minum air hangat.

Penderita TB akan selalu diserang bakteri yang masuk ke saluran pernafasan dan sifat dari bakteri adalah makhluk hidup yang senantiasa akan terus berkembang. Ini biasanya akan menyerang di sekitar paru-paru, dan organ lainnya seperti  ginjal, jantung dan tulang belakang. Minum air hangat akan membuat bakteri menjadi lemah dalam berkembang biak, sehingga mereka akan mengobati dirinya sendiri sebelum melakukan perkembang-biakan.

Lakukan ini terus menerus, sebelum ke dokter, agar mengurangi kesempatan  bakteri TB dalam berkembang biak. Bakteri TB  biasanya akan berkembang biak, disaat lingkungan dan tubuh melemah atau dingin.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati, sekian dari ulasan tentang 2 tips pertolongan pada penderita TB. (*)

Pos terkait