oleh

Basarnas Ternate Selamatkan Satu Nelayan Manado Hanyut ke Loloda

TERNATE – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate berhasil menyalamatkan satu nelayan asal Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang hanyut ke perairan Kepulauan Loloda, Maluku Utara (Malut).

Kepala Basarnas Ternate, M Arafah mengatakan, penyelamatan ini bermula sekira pukul 10.35 WIT pihaknya menerima infomasi salah satu petugas BPBD Kabupaten Sitaro Provinsi Sulut, Bapak Venjte Tumalingkas melaporkan bahwa satu buah rompong putus dari Bouy dan hanyut di sekitar perairan Loloda, Malut degan jumlah Pemrograman Berorientasi Objek (POB) satu orang atas nama Dilan Kasaloda (33).

“Koordinat terakhir dari Rompong tersebut berada di 02°01’59.00″ N – 126°15’30.00 E. Pukul 10.45 WIT, personil Kantor SAR Ternate dengan jumlah 5 orang dan crew KN SAR 237 Pandudewanata berjumlah 11 orang dilengkapi alat medis serta peralatan evakuasi melaksanakan pergerakan menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) di perairan Loloda, untuk melakukan Ops SAR,” kata M Arafah dalam rilis yang diterima KabarMalut, Sabtu (29/12/2018).

Tim SAR yang menumpangi KN Pandudewnata tiba di LKP pukul 15.20 WIT dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban dari rompon ke KN Pandudewnata. Korban ditemukan di koordinat 01°51,759′ N/ 126°41,291′ E dalam keadaan selamat

“Korban kemudian diberikan pertolongan medis dasar oleh personil Rescue Basarnas Ternate serta meminta keterangan dari korban. Selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate,” jelasnya.

Proses evakuasi nelayan Manado di perairan Kepulauan Loloda oleh Tim Basarnas Ternate

Menurut M Arafah, korban hanyut sejak Jumat (28/12) kemarin, saat itu korban sedang menjaga rompon yang dipasang di perairan Manado Sulut. Namun karena cuaca buruk dan arus yang kencang mengakibatkan tali Rompon putus sehingga korban hanyut bersama Rompon sampai kepulauan perairan Loloda Malut.

“Saat menerima info tersebut, kami langsung bergerak menuju LKP untuk melakukan pertolongan. Cuaca yang kurang bersahabat membuat proses evakuasi sedikit terkendala, namun Alhamdulillah korban dapat diselamatkan,” tambah Arafah.

Korban tercatat sebagai warga Lingkungan VI Bailang Kecamatan Bunaken Kota Manado. Korban mulanya berasal dari negara tetangga Filipina, namun kurang lebih enam tahun telah menetap di Manado dan telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

“Dengan dievakuasinya korban dalam keadaan selamat, pukul 21.15 WIT, dilaksanakan debriefing dan unsur – unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing dengan ucapan terima kasih, selanjutnya Ops SAR 1 rompong yang hanyut di perairan Loloda ditutup,” pungkasnya. (rdx)

Komentar

Kabar Lainnya