oleh

Dinkes Ternate Temukan 19 Ibu Hamil Positif Terinfeksi HIV/AIDS

TERNATE – Demi mewujudkan Eliminasi HIV/AIDS tahun 2030, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate saat ini gencar melakukan skrining tes Human Immunodeficiency Virus  dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) pada ibu hamil, yang dilakukan sejak tahun 2016 hingga saat ini.

Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Ternate, Havid Syadri Banda menjelaskan terhitung sejak 2016 untuk Kota Ternate sudah ada 6 Puskesmas yang melakukan program Skrining bagi Ibu Hamil, kemudian pada tahun 2017 hingga saat ini pemeriksaan tes HIV sudah dapat dilakukan di 11 Puskesmas yang tersebar  di Kota Ternate.

“Akumulatif ibu hamil yang dites HIV dari tahun 2016 sampai bulan Desember 2018 berjalan ini  berjumlah  6.630 orang yang sudah melakukan skrining di Puskesmas dengan jumlah kasus HIV/AIDS  positif ada 19 orang,” ungkap Havid kepada Kabarmalut, Kamis (20/12/2018).

Ke-19 ibu hamil yang terinfeksi HIV kemudian didampingi oleh petugas dan rujuk ke Pengobatan Dukungan dan Perawatan (PDP). Namun dari ke-19 Ibu hamil tersebut, tidak semua yang menjakankan terapi, hanya tersisa 14 orang dan sisanya rujuk keluar dan  hilang kontak ketika akan mulai terapi Anti Retroviral Virus (ARV) juga ada yang tidak siap untuk ARV.

“Skrining HIV/AIDS merupakan salah satu alternatif untuk mendeteksi penyakit menular tersebut. Selain itu, skrining juga gencar dilakukan karena 2030 merupakan tahun Eliminasi HIV/AIDS,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Kota Ternate, sedang gencar dan fokus pada program skrining HIV/AIDS bagi ibu hamil dan ada juga bagi Calon Pengantin (Cating) dan Wanita yang belum pernah menikah sebelumnya.

“Kegiatannya setiap kunjungan ibu hamil ke puskesmas dilakukan pemeriksaan tes HIV, Sipilis dan Hepatitis.” tambahnya.

Havid menyebutkan angka Ibu hamil yang terindetifikasi infeksi HIV pada saat melakukan skrining didominasi oleh Ibu Rumah Tangga (IRT). Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan pasangan bahwa dirinya sudah terinfeksi HIV sebelumnya.

“Inilah yang menjadi komitmen kami untuk terus fokus pada program ini guna memutuskan rantai penularan dan mewujudkan program Eliminasi HIV/AIDS tahun 2030 mendatang,” tutupnya. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya