oleh

Infrastruktur yang Memadai Dapat Mengubah Keadaan Indonesia

-OPINI-502 views

Nindi Rida Mutmainah

     Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

 

Infrastruktur dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi, sektor publik dan sektor privat, sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas, antara lain dapat berupa jalan, kereta api, dan bandara secara fungsional. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

DI era modern ini, kebutuhan masyarakat Indonesia akan infrastruktur yang baik dan memadai sangatlah penting. Mungkin masyarakat Indonesia sudah mulai merasakan kalau infrastruktur di Indonesia masih sangatlah kurang, mulai dari transporasi umum, telekomunikasi, sanitasi dan energi.

Mungkin salah satu solusi agar pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat terlaksana adalah pemerintah Indonesia harus benar-benar mengerjakan proyek ini dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah lagi seperti kasus sebelumnya, dan factor paling penting lainya adalah masyarakat Indonesia itu sendiri, mungkin banyak orang yang selalu mengeluh akan kinerja pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia, tetapi mereka tidak sadar bahwa dibalik itu semua, peran masyarakat Indonesia sangat penting juga.

Sebagai contoh, sanitasi, ya sanitasi pengertian singkat sanitasi adalah perilaku atau budaya hidup bersih, hubunganya adalah didalam bagian-bagian pembangunan infrastruktur Indonesia terdapat ‘sanitasi’. Maksudnya adalah bila pembangunan infrastruktur di Indonesia ingin terlaksana dengan baik, harus didukung pula dengan budaya atau pola pikir masyarakat Indonesia betapa pentingnya pembangunan infrastruktur. Bila kedua factor itu sudah terlaksana dengan baik maka negara Indonesia bisa dipastikan memiliki infrasruktur yang memadai dan menjadi negara yang sehat dan maju.

Salah satu yang menghambat perekonomian Indonesia saat ini adalah lambatnya pembangunan infrastruktur, hal ini ditandai dengan kurangnya kualitas dan kuantitas infrastruktur atau prasarana. Baik infrastruktur ‘keras’ (yang merujuk kepada jaringan fisik seperti jalan dan bandara) maupun infrastruktur ‘non-fisik’ atau ‘lunak’ (seperti pasokan listrik, kesejahteraan sosial dan kesehatan) Indonesia tampaknya memiliki kesulitan untuk mendorong pengembangan struktural dan secara cepat.

Ketika keadaan infrastruktur di sebuah  negeri lemah, itu berarti bahwa perekonomian negara itu berjalan dengan cara yang sangat tidak efisien. Biaya logistik yang sangat tinggi, berujung pada perusahaan dan bisnis yang kekurangan daya saing (karena biaya bisnis yang tinggi). belum lagi adengan munculnya  ketidak adilan sosial  misalnya, sulit bagi sebagian penduduk untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan, atau susahnya anak-anak pergi ke sekolah karena perjalanannya terlalu susah atau mahal.

Pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi makro seharusnya memiliki hubungan timbal balik, karena pembangunan infrastruktur menimbulkan ekspansi ekonomi melalui efek multiplier. Sementara ekspansi ekonomi menimbulkan kebutuhan untuk memperluas infrastruktur yang ada, untuk menyerap makin besarnya aliran barang dan orang yang beredar atau bersirkulasi di seluruh perekonomian. Namun, kalau infrastrukturnya tidak dapat menyerap peningkatan kegiatan ekonomi (dan tidak cukup banyak infrastruktur baru yang dikembangkan) maka akan terjadi masalah, mirip dengan arteri yang tersumbat dalam tubuh manusia, yang menyebabkan kondisi bahaya yang mengancam kehidupan karena darahnya tidak bisa mengalir.

Pemerintah Indonesia sadar akan pentingnya untuk memperbaiki keadaan infrastruktur sehingga iklim investasi dan bisnis menjadi lebih menarik. Saat ini, tidak ada cukup banyak jalan, pelabuhan, bandara, dan jembatan di Indonesia (ekonomi terbesar di Asia Tenggara), sedangkan  tidak jarang  kualitas infrastruktur yang sudah ada tidak memadai. Namun, pengembangan infrastruktur Indonesia (baik infrastruktur keras maupun lunak) bukanlah tugas yang mudah.

Nusantara terdiri dari sekitar 17.000 pulau (meskipun banyak dari pulau-pulau ini tidak ada penghuni dan tidak menunjukkan aktivitas ekonomi). Karena berbentuk kepulauan lebih kompleks (dan lebih mahal) untuk meningkatkan konektivitas dan menyiratkan ada kebutuhan untuk fokus pada infrastruktur maritim.

Infrastruktur betul-betul menurunkan ketimpangan angka kemiskinan. Menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, tentunya menjadi tujuan utama pembangunan di Indonesia. Sebagaimana terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi ‘Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa’.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur adalah sesuatu yang penting dan dibutuhkan bagi masyarakat. Pembangunan merupakan salah satu cara untuk mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana kita bisa cerdas kalau tidak ada infrastruktur seperti  listrik, jalan raya internet, dan lain-lain.

Melihat efek pembangunan infrastruktur dari beberapa aspek, di antaranya, meningkatkan daya saing. Dampak  positif dari pembangunan infrastruktur terhadap perekonomian suatu negara yaitu:

  1. Produktifitas akan jauh lebih meningkat.
  2. Dengan pembangunan infrastruktur yang baik dan berkualitas maka akan menurunkan biaya input.
  3. Pastinya akan menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan.
  4. Mengangkat sektor lain untuk bergerak lebih pesat, seperti sektor pariwisata.
  5. Meningkatkan jaringan informasi dan akses pasar lebih baik lagi.

Seperti pembangunan jalan dan fasilitas di sektor pariwisata, setidaknya akan mendongkrak perekonomian di sekitarnya. Seperti saat teman-teman berada di tempat wisata yang fasilitasnya sangat kurang, sanitasi tidak memadai, lokasi  kotor dan tidak  terawat, sudah itu jalan menuju lokasi tersebut rusak dan tidak aman. Hal tersebut akan memberikan efek negatif untuk masyarakat sekitar yang memang perekonomiannya mengandalkan dari tempat wisata tersebut.

Berbeda jika di suatu tempat wisata punya fasilitas yang memadai, sanitasi baik dan bersih, jalan yang nyaman maka akan lebih banyak wisatawan yang datang ke tempat wisata tersebut, sehingga perekonomian warga sekitar menjadi lebih baik lagi, setidaknya mengurangi pengangguran.

Jadi, pastinya sebagai warga negara yang baik, harus membayar pajak, untuk pembangunan infrastruktur yang labih baik lagi. Dan, pembangunan infrastruktur ini harus didukung dari segala aspek, karena memerlukan proses yang panjang untuk menikmatinya dan dana yang tidak sedikit. (*)

Komentar

Kabar Lainnya