oleh

Tuntut Kenaikan Harga Kopra di Manado, 3 Mahasiswa Malut Alami Luka 1 Kena Peluru Polisi

MANADO – Aksi unjuk rasa menuntut kenaikan harga kopra tidak hanya disuarakan para mahasiswa di wilayah Maluku Utara (Malut),  ratusan mahasiswa asal Malut juga menggelar aksi di Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai daerah tujuan penjualan kopra dari Malut.

Para mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi diantaranya, HMI DIPO Cabang Manado, HMI DIPO Cabang Minahasa, HMI MPO Cabang Manado, LMND Sulut, GMKI Cabang Manado, PMII Cabang Manado, FKMMU Minahasa, MAHKOTA Manado, HPMS Sulut, PMHU Sulut dan FIGMS yang tergabung dalam Gerakan Kolektif Perjuangan Rakyat (Gerakan KOPRA) Sulut ini, menggelar aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulut.

Massa aksi memprotes anjloknya harga kopra di Malut yang merupakan penghasil dan pemasok kopra terbesar di Manado. Tiga anggota DPRD kemudian menemui mereka dan mengajak hearing dalam ruangan.

“Dari tiga anggota dewan, salah satu anggota dewan bernama Bili Lombok menyampaikan orasi di hadapan massa bahwa seluruh massa aksi akan melakukan hering di dalam gedung,” kata Korlap Zulfikar Langkara kepada KabarMalut, Selasa (27/11/2018).

Menurutnya, ketika massa aksi hendak masuk di gedung DPRD dihadang oleh para staf dan Polisi yang tidak mengizinkan masuk.

“Staf DPRD dan Polisi melarang kami masuk di dalam gedung DPRD, padahal dalam hearing yang dilakukan beberapa menit sebelumnya sudah ada izin dari tiga anggota dewan,” tambah Zulfikar.

Adu fisik dan saling dorong antara massa aksi dengan staf DPRD dan Polisi pun terjadi, akibatnya 4 orang massa aksi menjadi korban, 3 korban pemukulan dan 1 orang kena tembakan timah panas.

“Empat orang jadi korban yakni Mesak Habari (LMND), Riko (GMKI), Pradit (HMI). Sementara satu orang yang terkena timah panas dari aparat kepolisian bernama Riko Dalima dari GMKI Manado,” jelasnya.

Zulfikal mengaku, dugaan ada penyusup yang mencoba mengobrak abrik barisan massa aksi. Sebab aksi ini merupakan aksi tuntutan damai sebagaimana dalam setingan sebelumnya. Tindakan reprensif aparat sangat disesali.

“Kami mengaku kecewa terhadap perlawanan yang dibuat oleh salah satu oknum staf dewan dan polisi yang sudah mencederai kawan-kawan massa aksi,” tegas.

Gerakan KOPRA berjanji bakal menempuh jalur hukum terhadap oknum polisi dan juga dari pihak kesektariatan DPRD yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Dewan Bartolomeus Manonutu.

“Kami akan buat laporan resmi ke Mapolda Sulut terhadap mereka yang bertindak preman,” pungkasnya. (Ajo)

Komentar

Kabar Lainnya