oleh

Tenaga Kesehatan Terancam Gagal Ikut Tes CPNS

TERNATE – NY tertunduk lesu, alumni salah satu kampus kesehatan di Kota Makassar ini, terus mengutak-atik handphonenya. Dengan tatapan kosong, ia serius mengamati rentetan keluhan yang tersaji di Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (Lapor).

Perempuan asal Ternate ini baru saja menyelesaikan tahapan ujian kompetensi. Namun ia harus mengubur mimpinya, bertarung di bursa seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018. Sebab, Surat Tanda Registrasi (STR) tak kunjung keluar, NY adalah satu diantara ribuan tenaga kesehatan yang mengeluh atas keterlambatan terbitnya STR.

Pantauan KabarMalut di kolom komentar LAPOR, akun resmi Dinkes RI membeberkan tata cara mengurus STR. Namun penjalasan tersebut ditimpali salah satu akun anonim;

“Kami tanyakan kapan keluarnya, bukan panduan mengurus STR,” jelasnya.

Dapat dilihat, tujuan mengejar STR agar memenuhi persyaratan sebagai pengabdi negara. Disamping STR, masalah lainnya adalah akreditasi kampus dan jurusan, ini wajib dilampirkan dalam seleksi berkas persyaratan CPNS.

Mengikuti ujian kompetensi tidaklah mudah, sekali dinyatakan tidak lulus, harus diulang lagi. Sedangkan jadwalnya tiga hingga empat kali dalam setahun.

Dalam setiap pendaftaran, mereka harus membayar sekitar Rp 300 ribu. Jika dinyatakan lulus, mereka tinggal menunggu STR. Belakangan, terungkap jika ada yang sudah mengurus sejak 2016, namun STR-nya tak kunjung terbit.

Dalam lampiran pengumuman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, no: kp.01.01/IV/1258/2018 tentang penerimaan CPNS Kemenkes 2018, disebutkan, bagi pelamar jabatan fungsional kesehatan, harus memiliki STR yang masih berlaku, kecuali STR internship seperti jabatan entomolog dan epidemiolog. Apabila STR masih dalam proses perpanjangan, maka pelamar wajib melampirkan STR sebelumnya dan bukti perpanjangan.

Di link website FAQ & Helpdesk Seleksi CPNS 2018, terdapat butir pertanyaan yang berkaitan dengan syarat mengikuti CPNS tenaga kesehatan. Bentuk pertanyannya, “apakah saya bisa mendaftar jika saya baru membuat STR?,” jawabnnya: “Tidak. Saudara tidak bisa mendaftar jika belum memiliki STR, kecuali jabatan entomolog dan epidemiolog,”.

Kasubag Kepegawaian Dinkes Kota Ternate, Thamrin Kadam kepada KabarMalut mengatakan, STR adalah kewenangan Kemenkes RI yang disalurkan melalui Dinkes Provinsi.

“Itu kewenangan dari Menkes ke Dinkes Provinsi (Malut). Untuk itu harus dikonfirmasi ke organisasi-organisasi kesehatan yang ada,” jelas Thamrin, Senin (24/9/2018).

Thamrin mengaku prihatin dengan lulusan-lulusan tenaga kesehatan, baik itu perawat, bidan, gizi dan lainnya. Sebab sampai saat ini, mereka masih terhalang dengan STR.

“Bahkan, ada yang sudah bertahun-tahun mengikuti ujian kompetensi, tapi STRnya belum keluar,” akunya. (lis)

Komentar

Kabar Lainnya