oleh

Peluang AGK-YA ke MK ‘Tertutup’

SOFIFI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengesahkan dan menetapkan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur Malut. Pengesahan melalui Rapat Pleno Terbuka, Sabtu (7/7/2018), KPU menetapkan Pasangan Calon (Paslon) Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI) memperoleh suara terbanyak yakni 176.993.

Sementara  tiga Paslon lainnya yakni Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (BUR-JADI)  memperoleh suara 143.416 suara, Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA) 169.123 suara dan Muhamad Kasuba-Abdul Madjid Husen (MK-MAJU) 65.202 suara. Total suara Paslon AHM-RIVAI dan AGK-YA selisihnya 7.870 suara (176.993-169.123).

Berdasarkan Pasal 158 Undang-Undang nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada, Provinsi yang memiliki jumlah penduduk dibawah 2 juta jiwa, bisa mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHPKada) ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan syarat selisih suara maksimal 2 persen.

Formulasi penghitungan dalam Pasal 6 ayat (3) Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) nomor 5 tahun 2015, menjelaskan 2 persen  dikali dengan jumlah perolehan suara terbanyak Paslon. Kemudian hasilnya nanti dibandingkan dari selisih perolehan suara masing-masing Paslon.

Cara hitung sesuai PMK nomor 5 tahun 2015, Paslon AHM-RIVAI memperoleh 176.993 dikali 2 persen hasilnya 3.539. Dengan demikian, peluang AGK-YA sebagai pemenang kedua, tidak memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan PHPKkada ke MK.

Permohonan PHPKkada dilakukan jika selisih suara AHM-RIVAI dan AGK-YA tidak lebih dari 3.539 suara. Sementara peroleh suara AHM-RIVAI dan AGK-YA mencapai 7.870. (rdx)

Komentar

Kabar Lainnya